Rabu, 04 Maret 2009
Aku sendiri bingung...
Dalam pendar2…
Gelap……………………..
Menggugah asa dan rasa..
Akhiri sendiri……………………………
Namun mutiara, ku tak tega………………
Maafkan……………………………………………………..
Ku terbang melayang sendiri lagi………………………
Benar,
Sinarmu …
….Dalam gelap
………….………Gelapku
..………..merobek suasana
………Lagi – lagi Tersandung lagi
…………………………….……….intanku pudar
…………………………………...……………………maafkan
………………………………………....………………………kuterbang lagi
Jumat, 19 September 2008
Beda cinta ama suka
Dihadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah.
Dihadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih
indah sedikit.
Dihadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat.
Dihadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja.
Apabila engkau melihat
kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca.
Apabila engkau melihat
kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja.
Dihadapan orang yang kau cintai,
kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam.
Dihadapan orang yang kau sukai,
kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.
Jika orang yang kau cintai menangis,
engkaupun akan ikut mengangis disisinya.
Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata,
sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau
cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus
tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta...
ada perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang....
rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.
Rasa yang tidak mudah berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban
untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita
demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki.
Tetapi Sayang
hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia..
walaupun harus kehilangan."
Selasa, 15 April 2008
Ku Ingin...........!!!
Aku Ingin..
Lebih Mengenalmu,
Bukan hanya dari sudut gelap Pohon mangga
Aku ingin
Lebih Mengenalmu,
Bukan hanya dari sudut angan dunia maya....!!!
Karena kuingin mengenalmu dengan Hati,
bukan dengan Nafsu
Kuingin
Engkau mengenalku,....
Bukan karena engkau dan aku sendiri,
Ku Ingin,
engkau mengenalku...,
Ku ingin
Aku lebih mengenalmu...
Sungguh,............!!!
Selasa, 08 April 2008
Yang indah disini ternyata senyummu......!!!
Sekitar 10 menit sampai jugalah aku pada kamar kost yang dimaksud saudaraku tersebut. Rumah kost itu lumayan besar apabila bukan di gang sempit Jakarta, namun karena kawasan yang terlalu padat dengan bangunan – bangunan besar, maka bangunan tersebut kelihatan kecil dan biasa – biasa saja. Dengan tiga lantai dan sekitar 30 kamar kost dengan ukuran 3m x 3m yang berarti setiap lantai memiliki 10 kamar kost yang di pisahkan dengan gang sempit ditengahnya. Warna asli bangunan itu sebenarnya adalah warna hijau namun entah sudah berapa puluh tahun tak tersentuh bau cat, maka dindingnya seolah – olah tak pernah tersentuh oleh nyamannya bau cat baru. Kamar saudaraku di lantai bawah dan terletak pada petak nomor tiga sebelah kanan. “Tak ada keindahan disini.. bathinku” bagaimana mereka bisa betah dengan lingkungan yang sempit ini bathinku lagi. Tapi apabila sudah biasa mungkin saja bukan hal yang sulit. Sebagaimana dahulu aku pernah tinggal dikamar kost dengan ukuran yang sama selama satu tahun di tarakan namun bukan dalam gang yang sempit seperti disini. Kuletakkan tas dan laptopku, kurebahkan badanku pada kasur yang ada. Panasnya udara Jakarta sedikit terobati dengan kipas angin yang terus berputar dengan ngos- ngosan kecapean dimakan usia senja, lima menit kemudian aku terlelap hingga sore hari…
Pagi itu kubuka mataku dan kulihat jam tangan yang tergeletak disudut kasur “pukul 6 pagi” aku berguman sendirian, namun jam dinding kamar masih jam 5 pagi.. ahh.. kan beda satu waktu antara Indonesia tengah dan Indonesia barat. Kebisaanku bangun pagi keluar rumah menghirup udara segar dengan sesekali lompat – lompat atau sekedar lari – lari kecil dipinggir jalan raya tak dapat kulakukan.. daerah ini sangat – sangat tidak cocok untuk aktiitas olah raga, jangankan untuk berolahraga untuk bergerak aja susah banget kataku suatu ketika kepada saudaraku dengan gurauan. Panasnya suhu Jakarta di malam hari kurang menyenyakkan tidurku semalam.. kipas angin juga tak henti – hentinya berputar namun tak juga menghilangkan rasa gerahku dengan udara kering dan panas kota ini. Pagi itu aku sendiri di kamar kost ini, gak ada yang kulakukan. ingin sekedar jalan2 namun tak tahu harus jalan kemana, daerah ini terlalu asing buatku, alhasil buku – buku andrea hirata yang semalam kubeli dengan beringas kubaca… buku pertama andrea dengan laskar pelanginya menjadi buku wajib dan favoritku pagi hingga siang hari ini, maklum saudaraku lagi kerja yang gak mungkin ditinggalkan (maklum dijakarta harus disiplin, cari kerja susah.. apalagi jaman sekarang kata dia berargumen...) Buku tersebut cukup mengobati kekesalanku dengan pengap dan panasnya Jakarta. Dengan banyolan –banyolan ala andrea dan kisah –kisah sedih nya membuat aku terlena dan melupakan waktu yang seakan cepat beranjak siang. Kira – kira telah kulewati 200 halaman, hape sony ericson kesayangan berdering mendendangkan irama lagu harmony milik padi yang selalu menemaniku disaat – saat aku lagi sendiri seperti ini. sms di terima, segera kubuka dengan malas – malasan seolah tak ingin kubaca seiring dengan hanyutnya akan bacaan andrea yang menggelitik.. “ rupanya sms dari saudaraku yang meninggalkanku pagi ini dengan rutinitas kerjanya di Jakarta yang tak bisa ditinggalkan (beda banget dengan kerjaanku ya,,..) “Wan…” katanya dalam sms, ntar kita jalan – jalan kemonas yuuk? Atau keancol juga bagus, terserah kamu aja mau kemana… tapi aku bawa cewek temenku ya… gak malu kan? Kata smsnya menambahkan… aku tersenyum..”malu bathinku” emang kenapa harus malu enak lagi ada cewek he,,he,,, (selera sok Playboyku kambuh) bisa digombalin dan hidup terasa lebih indah dengan adanya wanita fikirku lagi. Segera terlupa sejenak buku digenggaman dan segera membalas sms dengan singkat dan gak padat..´( meniru istilah singkat dan padat milik khalayak ramai) asik lagi… kataku, malah enak nafsu playboyku bisa kambuh dan kutambahin simbol senyum dan ketawa lalu kukirim balik kedia.Pukul setengah dua belas kulirik jam didinding kamar, kuletakkan buku yang sedari pagi menemaniku dan kuraih handuk didalam tas, ku ambil pula sabun, shampoo sachetan, odol dan sikat gigi segera ku beranjak kekamar mandi, karena saudaraku tentu saja akan segera pulang dan mengajakku jalan. Selesai mandi selang tak berapa lama dugaanku benar, dia datang dengan membawa nasi padang yang kupesan pagi tadi sebelum dia berangkat kerja. Dengan rendang dan sambal kesukaanku kulahap dengan semangat karena rasa lapar yang sebelumnya tak kurasakan.. “mana cewek yang tadi di sms kataku penasaran” ya belom datang doonk katanya menjawab, “mungkin bentar lagi datang... dia juga bingung gak ada acara, dia bilang mending ikutan jalan katanya menambahkan.. “ emangnya temen kantor? Kataku. Cantikkah? Kataku dengan senyum jail penuh harap, dia hanya tersenyum simpul, “ntar liat aja sendiri..” katanya dengan ogah – ogahan dan segera pergi mandi.
Setengah jam kemudian ia yang kutunggu benar – benar datang, dengan tas khas cewek dipundak, dengan jaket warna kuning dipadu baju kaos warna merah muda yang dan celana panjang jeans warnahitam membuat aku sejenak terpana namun dengan tatapan seolah – olah cuek dan takmemperhatikannya, maklum jaga image, namun sesekali kulirik wajah manisnya dengan tatapan – tatapan sok cuek. Namun tak dapat kupungkiri dia teramat manis, gaya sok borjunya serta cara diaberbicara dengan saudaraku mengingatkan aku pada seseorang yang nun jauh disana yang sampaisaat ini menginspirasi hidupku akan arti persahabatan. Pada pertemuan yang belum terlalu lama aku belum mampu dan berani untuk lebih jauh memulai pembicaraan, cukup dengan sesekalimemandang wajah manisnya terasa sudah cukup untuk saat itu. Hingga perjalanan dengan buswaymemang aku tentukan untuk alat transportasi aku juga belum terlalu memulai pembicaraan. Saudaraku cukup mengerti bagaimana aku pengen naek busway, karena tentu saja di tarakan belumada dan naek taksi tentunya costnya juga lebih tinggi. Tujuan yang dipilih pada hari ini adalah monasdengan pertimbangan waktu yang sempit dan sudah menjelang sore. Tak ada kesan yang terlalumendalam yang kutorehkan kepadanya, hanya kata – kata biasa dan pembicaraan – pembicaraaniseng untuk lebih memper akrab suasana semisal gombalan – gombalan ringan bahwa pejalanan initeramat enak ditemani seorang gadis yang manis walaupun hanya dengan busway. Sepulang dariMonas kami sudah cukup kelelahan dan kembali keperaduan masing – masing dengan cerita dankenangan masing – masing serta perjanjian besok pagi ke Dufan...
Malam ini kuhabiskanwaktuku dengan laskar pelangi yang sempat tertunda......
Minggu pagi ini dia tetap datang dengan senyum manisnya yang sama, senyum yang membuatku terus ingin memandang jika saja tak ada orang yang peduli. Namun norma masyarakat tak memungkinkan aku melakukannya dan bisa saja membuat dia malu atau bahkan marah, karena hingga saat ini aku belum tahu siapa dia. Dia ( si Nona manis itu..) datang namun dengan busana yang berbeda tapi tak menghilangkan kesan manis, cantik dan borjuis. Dengan celana jeans biru, jaket kain warna coklat dan kaos berkerah warna biru muda cenderung keputih dan kerah biru selaras dengan kulit putih dan body proporsionalnya kami berangkat. Sampai kedufan udara panas jakarta menyengat kulitku yang kata orang – orang sih agak – agak hitam gitu he,,he,,, namun hal itu tak terlalu kurasakan.. aku juga sudah mulai akrab dengannya. Kadang kami membuat banyolan – banyolan seakan – akan telah mengenal lama dan cukup dekat. Aku juga mulai berani menggodanya serta dia juga sudah tak terlalu canggung denganku. Kadang karena takut aku nyasar (yang harusnya tak perlu ditakutkan ya... padahal hampir separuh wilayah negeri Indonesia ini pernah kujamah dengan ego avonturirku) dia memegang tanganku dengan sangat perhatiannya. Kadang juga sudah mulai menggelanjuti lenganku pada lengannya apabila dia lelah. Banyak wahana yang kami lewati berdua. Dari mulai wahana ekstrim tornado, arung jeram sampai wahana yang cukup romantis semisal boom – boom car (gimana nulisnya ya... bum2kar gitu ya?) dan istana boneka. Semua memberi kenangan tersendiri dalam benak dan fikiran kami masing –masing. Hari beranjak sore dengan cepat, ada satu wahana baru yang ingin dan akan kami coba namun terlalu banyak antrian, saudaraku dan temen satunya memutuskan untuk tak mengikuti langkah kami, alhasil dalam antrian panjang itulah aku dan dia bercerita panjang lebar dan mulai mengenal satu sama lain dengan lebih dalam. Namun ada satu yang harus diingat dalam hal ini kami tak lebih dan tak bukan hanya sebagai kawan, tanpa harapan dan keinginan apapun, hanya teman jalan disiang hari ini yang bisa membuat hidup lebih cerah dan indah... masih aku ingat gelanjut manjanya dalam lenganku atau pun perhatiannya terhadapku seakan – akan takut aku nyasar atau hilang dari kerumunan jakarta yang kejam. Ucapan Terima kasih sempat pula aku utarakan kepadanya atas kesediaaanya menemaniku dengan pertemanan yang singkat dan hari – hari yang relatif lebih baik ketimbang ngurung seorang diri dengan buku – buku andrea hirata yang terkenal.
Di pluit yang sempit dan tak ada keindahan itu ternyata senyummu adalah sesuatu yang terindah yang sempat kudapatkan walau hanya sejenak...
Besoknya aku memulai perjalanan dinas kantorku ke Blok M hingga seminggu di sebuah hotel dengan kenangan itu....
(Terima kasih temen manisku.....)
Jakarta 08 april 2008,
Sabtu, 29 Maret 2008
Perang Batin ( II )
Siang ini fikiranku menerawang gak karuan, semua angan - angan seolah berlomba - lomba untuk menjadi yang pertama dalam fikaranku yang semakin jutek dan sumpek, namun tak dapat dipungkiri semua bayangmu selalu menjadi prioritas, kedipan matamu yang jail, ceplosan - ceplosan spontan yang menjadi jough - jough ringan semakin membuat aku terkesima, aku juga bukan seorang pecinta, dalam hal ini bukan seorang yang pandai mengutarakan isi hatiku dihadapan wanita, semua kutahan karena aku tak mampu mengutarakannya. Lidah terasa kelu terlebih dihadapan seorang gadis yang mempesona sepertimu, semua seolah pudar menjadi satu ketika kulihat wajah tirus nan imut itu. ah... terlalu cepat memang untuk mengatakan itu cinta. Baru tiga kali kita bertemu itu juga bukan dalam waktu yang lama, bagaimana aku bisa membaca semua fikiranmu tentang aku, bagaimana aku bisa tahu perasaan itu jika waktu terasa singkat dan terasa tak berarti... lalu aku harus bagaimana? aku juga semakin bingung... Apakah ini hanya sekedar kagum, ataukah ini perasaan lain? apa sih sebenarnya kagum itu? dan apa dan bagaimana perasaan lain itu? semua tak jelas dan tak pasti. lalu apa pula yang pasti dalam hidup ini? semua pertanyaan itu menjadi satu dan ingin meminta jawabannya namun tak satupun dapatku penuhi jawaban - jawaban konyol itu...
Kawan khayalku pernah memberiku sebuah solusi bahwa jalani saja dulu jangan terburu oleh perasan yang mungkin menyesatkan, namun kawan khayalku yang lain memberi pernyataan lain yang mengatakan.. "ungkapkan saja kawan.." Apakah engkau seorang pecundang? sehingga tak mampu mengutarakan hatimu yang sesungguhnya? anggap saja sebagi perjalanan waktu, biar singkat kalo berkesan tancap aja gas itu!! jangan takut dengan hasil, semua usaha ada dua paket berbeda dan bertolak belakang, yakni sukses atau gagal, dia menambahkan. namun kawan khayal yang seorang lagi dengan bijak justru memberi keraguan yang semakin besar, ia mengatakan bahwa perjalanan singkat bukanlah perjuangan tanpa pengorbanan kawan, lakukan dan fikirkan secara matang sebelum engkau bertindak "katanya pula". aku yakin engkau bukan tipikal orang yang menerima keadaan terlebih keadaan yang menyakitkan seperti kegagalan dalam hidup... iaberusaha dengan sungguh - sungguh meyakinkan diriku, semua butuh proses panjang untuk sebuah perjalanan, terlebih perjalanan cinta. Semua ada turun dan naiknya sebagaimana proses perjalanan waktu ataupun istilah roda yang selalu berputar kadang ada naik dan kadang turun... semua itu benar - benar perlu proses panjang kawan timpalnya lagi.... Semua fikiran dari teman - teman khayal semakin membuat aku bingung dan berkecamuk, dari sekian pendapat berbeda siapa yang terbaik dan siapa yang dapat dipertimbangkan nasehatnya? aaah... janganlah membuat aku semakin bingung kawan.. kataku dalam desahan panjang. kalo memanglah aku seorang pecundang katakanlah dengan jujur!!! "untuk dirinya yang menghinggapi setiap fikiranku, aku terima kalau diriku memanglah pecundang," aku mendesah kepada mereka, namun melanjutkan perkataanku yang sempat terputus oleh desahan.. "tapi untuk hal lain aku tak terima, karena aku bukanlah seorang pecundang..!!! dalam banyak segi aku lebih unggul dibandingkan manusia rata - rata. Dalam hal percintaan juga bukan hal yang luar biasa... entah berapa banyak sang ratu hinggap kesanubariku namun semua bukan pilihanku, semua menjadi kenanganku akan perlunya kedewasaan bukan hanya dari satu segi, perlu banyak pertimbangan khusus untuk memilih atau dipilih kataku dengan intonasi yang agak keras dan pasti... lalu mengapa tak kau utarakan secara langsung saja? kata temen khayalku yang pertama, bukankah kau telah lalui banyak ratu yang hinggap kesanubari konyolmu itu, bukankah itu melambangkan kedewasaanmu dalam bercinta, atau itu hanya alasan konyol untuk menutupi bahwa kau memang masih hijau dalam hal ini? jujur sajalah kawan tak perlu kau tutup - tutupi, semua orang bisa membaca kata hatimu yang sesungguhnya katanya kemudian... "bukan begitu sobat" sanggahku, untuk hal ini berbeda, dia memang berbeda dalam hal lain... dia mencirikan keinginan hati kecilku.. kataku menambahkan, setidaknya untuk saat ini, dari cara bicara, dari bahan - ahan bacaan yang dia sukai, dari hal - hal kehidupan yang dia sukai dan lain - lain sungguh mencirikan tipikal gadis keinginanku dari dahulu yang belum pernah kutemui, semua yang kutemui bukan yang seperti ini kawan, kataku lagi... Lalu bagaimana engkau dapat menilai bahwa dia gadis pilihanmu? kata teman khayalku yang lain.. padahal baru tiga kali pula kau bertemu, itu juga dalam waktu yang kau bilang terlalu singkat dan padat!! apakah engkau dapat menilai seseorang dengan tiga kali pertemuan? bukankah engkau telah diberi ilmu? bahwa ada tiga test untuk menilai seseorang? apakah engkau lupa itu kawan.. kata temenku melanjutkan.., Bukan aku lupa kawan...!!! kataku mengelak dengan elakan cepat, namun apakah engkau dapat membaca perasaan gundah - gulanaku akhir - akhir ini, bagaimana aku memikirkan dia selalu? bagaimana tersiksanya diriku apabila harus menanggung sesuatu yang menyakitkan? ini adalah soal perasaaan kawan, perasaan itu berbeda dengan logika.... kataku selanjutnya, menghindari opini kawan yang selalu menjerumuskan dan berubah - ubah, terkadang perasaan kadang tidak dapat diukur dari lama atau pendeknya pertemuan, gak bisa juga diukur dari proses pengenalan karakter yang panjang, semua itu buulsyeeeet kawan, perasaan bukan itu sanggahku. biarpun dalam pandangan pertama terkadang kata hati yang tak mampu membahongi diri sendiri kalo itu sungguh dan perlu untuk diutarakan... kataku dengan berapi - api melanjutkan. Semua opinimu semua memang dapat diterima, Namun izinkan aku dengan opiniku sendiri kali ini...suaraku semakin mengeras dan meyakinkan, aku ingin mengungkapkan kepada dia dengan sesungguhnya... Siapa aku, dan siapa dia dalam fikiranku saat ini, soal perasaan bukan waktu yang singkat yang aku fikirkan dan aku butuhkan, bukan pula pengenalan karakter yang aku perlukan, bukan pula opinimu yang selalu menghantui semua gundah gulanaku, biarlah aku seorang pecundang yang hanya mampu mengutarakan ini lewat kata hatiku, namun aku benar - benar ingin mengutarakannya...bahwa aku ingin menjadi sesutu yang istimewa dihatinya, bahwa aku tak peduli biar sesingkat apapun perkenalan kami, aku tak peduli. Aku ingin dia mengerti bahwa mungkin saja dengan semakin jauh kami saling mengenal kami akan saling memahami, dan dikala kami telah saling memahami ternyata perasaan itu ternyata berubah atau berbeda boleh saja dia meninggalkanku atau aku yang meninggalkannya, karena itu adalah haknya setelah dia mengenalku, ataupun hakku setelah mengenalnya. Namun yang pasti aku ingin sekali mengenalnya dengan lebih baik sehingga aku mampu mengejawantahkan fikiranku, apakah ini sekedar kagum atas kecantikannya ataukah ini cinta... aku juga ingin dia mengerti aku, dan aku ingin mengatakan inilah aku tiada yang lain dan tak ada yang kututup - tutupi... semuanya kupersembahkan buatnya... memang dalam dunia nyata aku tak mampu mengutarakannya, lidahku seakan kelu dan detakan dadaku menyentak - nyentak, semoga saja dengan impian ini dia mengerti dan tahu akan maksud dan arah tujuanku.....
Perang batinku semakin memudar seiring mata yang terkatup karena kantuk....!!!
Tarakan 30 maret 2008 buat sahabatku diperaduannya....
Rabu, 26 Maret 2008
Perang batin,..?
Siapa bilang aku lagi kasmaran? gak aku cuman kagum. Terlalu cepat buat kasmaran,aku terlalu ragu dan bimbang. Tak lebih dan tak bukan, siapa sih aku??? aku kagum karena sepertinya dia pandai bukan karena dia cantik..!!! Cantik??? kan relatif, kok bisa? sebab kecantikan akan aus dimakan waktu yang kata orang - orang bijak gak abadi, dan yang abadi adalah waktu itu sendiri kilahku. so..!!! apa kisah selanjutnya nie? kata temen khayalku, ya apa...!!! balasku lagi - lagi dalam hati. karena yang bertanya adalah temen khayal yang gak jelas dari setan mana dia bicara atau malaikat apa dia menyambung. yang pasti aku juga bingung. Aaaah nonsen kalo kamu bukan ngeliat cantiknya kata temen khayalku lagi, munafik loe.. bener, suer sumpah,,, sahutku ketus gak percaya ya udah... Kecantikan itu nomor ke tigapuluh lima lah... lalu yang nomor satu apa? kata si setan atau si malaikat gaib, aku jadi kesal dan bingung mau bilang apa, alasan kepintara sepertinya juga kurang pas... aaah pertanyaan gak penting elakku. emang kita pasti memandang seseorang dari kecantikan, kan gak semua orang kayak gitu..." aku mulai naik darah, tapi lagi - lagi didalam hati. Bolehlah kita mengagumi seseorang siapa yang bisa ngelarang bukan, liat aja artis tu, banyak banget yang ngefans ama dia apa mereka cinta ama artis itu? gak kan!! sanggahku dengan berapi - api. kekaguman itu bukan berarti cinta, dan cinta gak mesti kagum, semua ada porsinya masing - masing yang kadang gak bisa dijelaskan dengan logika. apalagi secara konstanta matematis yang rumit. semua di koridornya masing - masing jelasku panjang lebar. eeh bentar...!!! potong temen khayalku, engkau berbicara seolah - olah engkau berfilsafat dan seolah - olah engkau sangat mengerti hidup ini, apalagi kau membawa - bawa nama cinta..!!! cinta itu suci gak main - main.. lanjut temen khayalku. Apakah engkau pernah mengerti dan merasakan cinta itu sendiri? apa kau kira cinta itu hanya antara seorang laki - laki dengan wanita? atau antara pasangan gay, atau juga antara para lesbi atau banci??!!! Terlalu sempit pengertian cinta yang dapat aku tangkap dari pola fikirmu kawan...!!! lagi - lagi dia mengkuliahi aku dengan filsafat cinta... Cinta sejati bukan seperti itu kawan, lanjutnya. lalu memang engkau mengerti arti cinta sesungguhnya? sanggahku.. kau hanya mendengar dari pembacaraan orang - orang sok romantis kawan sambungku... atau engkau mungkin hanya mendengar dari lantunan lagu dewa tentang cinta. iya bukan..!!!? kataku dengan tembakan menghujam seolah - olah mencari pembenaran atas kekalahanku dari perang opini bathin dengan sesuatu yang tak nyata. lagi -lagi engkau hanya mengandalkan emosimu kawan sanggah dia lagi, itu bukti kekerdilanmu dalam berdialog, bukti penutupan kekalahanmu dengan monohok lawan bicaramu supaya dia merasa kalah, bukan begitu kawan... Roman picisan dan lagu kadang semuanya buulsyeet... bukan itu cinta yang aku maksudkan.. cinta tak akan kau mengerti sebelum engkau merasakannya sambungnya, maka rasakan dalam hatimu cinta maka dia akan membalas cintamu dengan lebih sejuk dan hangat, bahkan semua cintanya akan dia berikan untukmu, semuanya kawan apapun yang kau inginkan, cinta akan memberinya dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih karena pada hakekatnya cinta tak membutuhkan cintamu tapi kaulah yang membutuhkan cinta itu sendiri. Maka hilangkanlah keraguanmu melangkahlah dengan pasti dan rasakan kembali bulir - bulir cinta itu... Engkau memang sok mengerti, balasku dengan ketus. Seolah aku ini manusia pendosa yang tak pernah mengenal cinta, apakah engkau merasa dirimu suci sehingga bisa mengkuliahi aku dengan panjang lebar dan tak berbobot itu? apakah engkau juga telah merasakan cinta? lalu apakah cinta telah memberimu semua cintanya dengan sepenuh hati.. engkau tak lebih sipandir yang mencoba belajar bicara kataku. engkau tak lebih mencari pembenaran seolah - olah engkaulah sang pencinta itu.. aku tak akan percaya kawan... kita tak lebih sama - sama para pencari cinta. dan engkau juga terlalu ragu untuk melangkah.. aku melanjutkan walau dalam hati aku merasa kalah dalam dialog kali ini... buktikan mana cinta yang telah kau kumandangkan dengan indah itu? mengapa engkau masih juga memberiku pelajaran jika engkau sendiri tak menemukan cinta.. sudahlah kawan sambutnya, kita tak akan pernah menemui titik temu dalam pembicaraan ini, karena itu carilah pembenaran lain tentang kagum yang sekarang engkau fikirkan. terlalu jauh kita melangkah mengenai cinta. lanjutkan impianmu tentang kagum dan kasmaran semumu, semoga saja dengan itu engkau menemukan cintamu....
Minggu, 23 Maret 2008
Saat ini "ia menarik" Perhatianku
"Ia...." berwajah imut, berkulit putih bersih dan terkesan terawat. Sedikit tirus dengan jilbab mungil dibalut pakaian yang cukup pantas untuk seorang gadis seperti dia, terlihat lebih dewasa jika dilihat walau umur terpaut beberapa tahun denganku.Sore itu mengenakan jilbab warna merah muda dipadu dengan pakaian panjang dan tas mungil berbentuk boneka ketika aku bertemu dengannya. Tangan yang ditumbuhi bulu - bulu halus dan ditemani dengan gelang menarik khas milik seorang cewek sangat pas menemani pergelangan tangan itu saat mengulur kepadaku dengan mengucapkan salam perkenalan dan mengatakan nama indahnya, kusambut tangan berjari lentik dan menarik tersebut dengan membalas salam perkenalan dan menyebut namaku pula. Terasa janggal namun aku juga tersenyum, kami baru sekali bertemu namun kami sudah beberapa kali berhubungan lewat media yang sama - sama kami sukai. itu juga karena keisenganku dengan merentas dunia maya yang memberiku segala informasi. Wajah yang gak asing namun asing namun kini moga - moga menjadi tidak asing. Segera setelah perkenalan singkat dan dia berikan senyum malu - malunya kepadaku, beranjak dia mengikutiku.... Dalam perjalanan kami membicarakan hal - hal sebagaimana biasa seorang kawan yang baru berkenalan. Namun tak ada kesan canggung dalam semua gerak - gerik maupun perkataannya menunjukkan kematangan dalam pergulan maupun kematangan dalam hal pendidikannya.
"Ia..... tak terlalu tinggi namun masih cukup proporsional untuk ukuran cewek Indonesia, berat sekitar 45 - 50 kilogram dan ukuran tinggi sekitar 160 cm terlihat cukup anggun. Bila jalan berjajaran denganku sekitar sepundak dari aku, dan yang membuatku cukup kagum ialah ia tak terlalu ambil peduli dengan keadaan sekitar. yang Terkesan cuek. Kusandarkan motor itu pada tanah berpasir pantai yang kurang terlalu terawat ini, kukaitkan helm kami pada kaitan motor, aku tersenyum sendiri dengan keadaan motorku, motor butut yang lima tahun kubeli dengan uang hasil keringat kusendiri namun dengan pedenya kubawa cewek secantik dan seanggun dia di jok belakang motor butut itu. Ku hanya tersenyum sendiri memikirkannya tak lebih dan tak bukan...
yaaah, beginilah aku, kan kutampakkan diriku apa adanya tanpa topeng dan embel - embel. Siapa juga yang harus tahan menahan topeng itu terlalu lama, tentu akan pengap dan penat. jadi kubiasakan diriku untuk menjadi apa adanya dan bergerak bebas dengan motto "inilah aku tak ada yang lain cuman ini" kami berjaan menyusuri pantai berpasir putih itu berjajaran, ditemani deburan ombak dan batang - batang kayu disepanjang pantai. Dipandangi beratus - ratus pasang mata dengan pandangan acuh, pembicaraan kami berputar - putar tak tentu arah "ngalor - ngidul gak karuan, kadang diselingi gurauan - gurauan ringan. Setelah puas menyusuri tepi pantai tak terasa penat menghinggapi kami berdua, aku yang sedari tadi menjadi makmum atas keinginan dia, mengambil inisiatif untuk duduk disalah satu warung yang ada. Duduk dibelakang dari pada pengunjung - pengunjung pantai lainnya namun tetap masih dapat melihat deburan ombak dan keriangan anak - anak serta muda mudi kasmaran yang asik berenang menentang deburan lembut sang ombak sore. Dua gelas es kelapa kami pesan, es kelapa berwarna merah muda yang telah dicampur dengan sirup pabrikan yang sebenarnya kurang kuminati. lebih nikmat apabila kelapa muda asli tanpa campur tangan gula dan sirup apalagi air es, dengan hanya dibuka ujungnya dan diminum tanpa gelas, seolah menggambarkan kenikmatan air kelapa yang sesungguhnya, dengan gulir - gulir air yang kadang mengalir ke leher atau baju menggelitik dan sangat alamiah, seperti dalam adegan2 film pengembara.(aaah... kok ngelantur ya..). Sambil duduk santai kami berbincang - bincang ringan kembali, tak terasa waktu beranjak sore, (ahh memang bila kita berbicara dengan cewek cantik dan smart waktu seolah cepat berlalu) kami juga mulai beranjak berdiri untuk segera pulang... Lagi - lagi dengan motor butut yang lima tahun lalu kubeli dengan keringat sendiri dia duduk di jok belakang yang seolah - olah motorku berkata "engkau terlalu indah untuk duduk di jokku ini" namun tak ada yang peduli dan tak ambil peduli.lima belas menit kemudian sampai pulalah ku di rumahnya dan segera kami berpisah...
Semoga saja pertemuan itu bukan menjadi pertemuan terakhir... bathinku dengan senyum getir, jujur dari dalam hatiku saat itu "dia cukup menarik perhatianku untuk saat ini..."
(semoga saja karangan ini sesuai untuk pesanan kawanku)
Rabu, 02 Januari 2008
Tentang dia babak II
dasar.. kisah si doel yang sok playboy... akhirnya kayak dodol...