Minggu, 03 Februari 2008

Kampanye Hitam "Indonesia Number One Deforestasi"

Written by Hamiudin
Sunday, 03 February 2008

20071212115846071212_amazonia_ap203i.jpgDalam suatu Forum diskusi yang diselengarakan secara online di situs SKMA, saudara Hamiudin mengungkapkan beberapa fakta untuk dibahas. Bahwa dalam suatu acara pada tanggal 2 Mei 2007 di salah satu televisi swasta yaitu Metro TV jika Anda menontonnya, Anda akan berdecak kagum & yg akhirnya harus prihatin. Sekali lagi Indonesia memecahkan rekor dunia menjadi NUMBER ONE. Dalam hal apa ? Nomor 1 laju kerusakan hutan terbesar di dunia. “Kita bangga ?. Alumni SKMA merasa tidak berdosa ?” ujar Hamiudin. Ada 3 hal yg ada dalam pemikirannya saat itu.

Pertama : Predikat ini hanya akal-akalan dunia Barat yg seakan ingin lari dari tanggungjawab terhadap kerusakan ekosistem dunia dengan mengkambnghitamkan negara-negara berkembang, padahal kerusakan yg terjadi di negara-negara Barat jauh sebelum hutan di Indonesia tumbuh subur dan kembali rusak. Yang pada akhirnya ini penilaian tidak objektif. Lihat saja WWF yg mengatasnamakan rusaknya ekosistem terus menyerang negara-negara berkembang yg ekosistemnya terus mengalami pengrusakan, padahal mereka tidak lebih hanya LSM plat merah yg sumber dananya berasal dari perusahaan-perusahaan perusak lingkungan. Tapi jika berpikir demikian, kita tidak akan bisa berbuat untuk memperbaiki ekosistem kita yg rusak, hanya melempar kesalahan dan saling tuduh diantara mahluk di bumi ini.

Maka pemikiran Kedua : NUMBER ONE memang benar, hutan kita telah rusak sedemikian parahnya. Anda mengenal Bali ? yang katanya memiliki nilai warisan budaya dalam melestarikan alam ? Ternyata keadaanya tidak jauh berbeda dan sangat nyata sama dengan daerah lain di Indonesia. Degradasi Hutan dan ekosistem menjadi topik utama saat ini. Lebih 30 % dari 23 % luas Hutan berbanding luas Pulau Bali telah rusak, sangat ironis. Jadi hanya ada satu solusi, tanam, pelihara, dan lindungi. SKMA pernah memberi pelajaran itu dan menjadi dasar keilmuan kita.

Hal Ketiga : Apakah alumni SKMA juga bertanggungjawab terhadap NUMBER ONE ini ? harus bertanggungjawab karena kita tenaga lapangan dan teknis kehutanan. Kita tdk bisa menutup mata bahwa ada oknum alumni kita yg tersangkut kasus hukum dan akhirnya mendekam di penjara karena kerusakan Hutan tadi. Kita harus bertangungjawab & berbuat agar Indonesia NUMBER ONE pelestarian Hutan.

Menanggapi hal tersebut saudara Suprapto, staf Dinas Pertanian, Kehutanan Banjarbaru mengatakan “ Memang kita alumni SKMA harus ikut bertanggung jawab, karena gak bisa dipungkiri kita juga ikut dalam proses pengrusakan itu disadari atau tidak. Namun saling menyalahkan itu gak ada gunanya sama sekali. Yang terpenting sekarang niat dan upaya kita kedepan untuk memperbaiki diri dan terus berupaya menjadikan hutan di Indonesia menjadi NUMBER ONE dalam rehabilitasinya”.

Dilain kesempatan Saudari Marlia Sulistyani dari Banjarbaru melihat penyelesaian masalah tersebut dari sudut pandang Islam. Dia berpendapat bahwa satu-satunya solusi untuk melestarikan Hutan di Indonesia yaitu back to SYARIAH, karena syariah baginya bukan hanya sebagai suatu pilihan tapi kewajiban bagi penyelesaian malah-masalah manusia, termasuk dalam urusan pengelolaan hutan.

Mungkin ada baiknya kita juga mendengar bagaimana tanggapan PERSAKI (Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia) menanggapi berita tersebut di atas yang menganggap bahwa hal tersebut merupakan Kampanye Hitam dengan mencantumkan Indonesia sebagai perusak hutan terbesar di dunia. Rangking tersebut tidak lebih berasal dari data bias dan mempermainkan angka kerusakan hutan oleh beberapa LSM Lingkungan Hidup di dunia. Berikut adalah petikan tanggapan yang dikeluarkan oleh PERSAKI seperti yang dikutip oleh Saudara Usman Harsono melalui website Departemen Kehutanan pada Selasa , 5 Juni 2007 :

Tanggapan Persaki Dalam 'Kampanye Hitam'

Wacana yang berkembang akhir-akhir ini untuk memojokkan (baca: menistakan) Indonesia sebagai penghancur hutan paling hebat di dunia terus bergulir tanpa perlawanan dan pencegahan yang berarti dari pihak Indonesia. Setelah sebelumnya Indonesia diumumkan sebagai penebar emisi karbon paling wahid nomor 3 setelah USA dan China, kini muncul wacana baru dengan memasukkan Indonesia sebagai penghancur hutan paling cepat di dunia ke dalam Guiness Book of World Record.

Adalah Green Peace, sebuah LSM Internasional yang konon tersohor dalam memperjuangkan issue lingkungan dengan berbagai tindakan yang heroik dan mendunia yang mengusulkan masuknya Indonesia ke dalam 'MURI' internasional tersebut. Ada apa di balik upaya Green Peace ini dan sejauh mana validitas angka yang dipakainya? Ini perlu dipahami agar kita dapat dengan jernih dan kepala dingin menanggapinya.

Paling tidak ada 3 hal yang perlu kita perhatikan dalam menanggapi upaya Green Peace ini. Pertama; mengenai kebenaran angka dalam penetapan rangking. Ke dua; ketulusan tujuan dan kepentingan dari pencantuman Indonesia dalam rekor dunia tersebut. Dan ke tiga; apa hikmah yang bisa diambil dari berkembangnya wacana ini bagi pengelolaan hutan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia?

Kerancuan Definisi Deforestasi

Angka yang dipakai oleh Green Peace menggunakan istilah laju penghancuran hutan tercepat pada kurun waktu tertentu (2000 - 2005). Di dalam terminologi kehutanan, paling tidak yang dipahami oleh para rimbawan/forester di seluruh dunia, tidak ada istilah penghancuran hutan tetapi yang ada adalah deforestasi dan degradasi hutan. Secara sederhana, deforestasi adalah istilah untuk menyebutkan perubahan tutupan suatu wilayah dari berhutan menjadi tidak berhutan, artinya dari suatu wilayah yang sebelumnya berpenutupan tajuk berupa hutan (vegetasi pohon dengan kerapatan tertentu) menjadi bukan hutan (bukan vegetasi pohon atau bahkan tidak bervegetasi). Sedangkan degradasi hutan, atau penurunan kualitas hutan, dimaksudkan sebagai perubahan kondisi atau mutu hutan dari hutan alam atau hutan primer menjadi hutan bekas ditebang; atau dari hutan lebat menjadi hutan jarang/rawang. Artinya, pada istilah degradasi tutupan vegetasi tetap pohon; namun dengan kualitas yang berbeda. Kedua istilah tersebut sering dicampur aduk dan sering membingungkan.

Jika menilik angka yang dipakai dalam penetapan ranking Indonesia adalah angka deforestasi - sebesar 2.8 juta hektar per tahun - maka angka itu merupakan angka untuk periode 1997 - 2000 bukan 2000 - 2005. Angka ini menurut dokumen resmi Departemen Kehutanan (Dephut) merupakan angka deforestasi di dalam kawasan hutan dengan menggunakan citra sateIit Landsat resolusi spasial 30 meter sebagai sumber datanya. Sedangkan jika digabungkan dengan angka di luar kawasan hutan angka deforestasinya menjadi 3.5 juta hektar per tahun untuk periode tersebut. Perlu diingat, pada periode 1997 - 2000 ini terjadi kebakaran hebat di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, yang angkanya berkisar antara 4 - 9 juta ha (kembali tergantung criteria dan metode pendugaan yang dipakai). Artinya, pada periode ini laju deforestasi memang amat besar angkanya.

Validitas Data dan Angka

Angka resmi yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan untuk periode 2000 - 2005 berbeda dengan angka yang dipakai oleh Green Peace. Dua angka yang dipakai sebagai pernyataan resmi Dephut untuk periode 2000 - 2005 adalah 1.08 juta hektar per tahun dan 0.72 juta per tahun. Angka yang pertama mendasarkan pada hasil desertasi karyawan Dephut DR Mulyanto Nugroho (Alm.). Beliau merupakan salah satu korban kecelakaan pesawat Garuda di Yogyakarta beberapa bulan yang lalu. Angka yang ke dua merupakan hasil proyek kerja sama antara Dephut dengan SDSU (South Dakota State University - USA), University of Maryland, World Resources Institute (WRI) dan World Bank. Perbedaan angka pendugaan tersebut memang berbeda karena definisi hutan dan resolusi spasial citra (ketelitian citra) yang dipakai memang berbeda.

Angka pertama, 1.08 juta hektar per tahun, menggunakan definisi FAO yang menyatakan bahwa wilayah dengan penutupan vegetasi pohon lebih dari 10 persen dapat diklasifikasikan sebagai hutan. Sedangkan evaluasinya menggunakan citra satelit keluaran Eropa yang disebut SPOT Vegetation. Dengan menggunakan definisi yang dipakai oleh FAO dan menggunakan resolusi spasial citra 1000 meter - artinya satu piksel (picture element) mewakili keadaan lapangan 1 km x 1 km maka angka laju rata-rata deforestasi adalah 1.08 juta hektar/tahun.

Menggunakan Definisi Unicef Lebih Fair

Angka yang ke dua, 0.72 juta hektar per tahun, menggunakan definisi hutan menurut UNICEF yang menyatakan bahwa hutan adalah kawasan yang lebih dari 60 persen wilayahnya ditutupi oleh vegetasi pohon. Dengan definisi ini dan menggunakan citra satelit yang diluncurkan oleh USA - disebut MODIS - dengan tingkat ketelitian per piksel adalah 500 meter x 500 meter (2 kali lipat ketelitian SPOT Vegetation di atas), maka ditemukan angka deforestasi yang lebih rendah - yaitu 0.72 juta hektar/tahun.

Dalam pernyataan resmi Departemen Kehutanan, ternyata angka yang lebih besar yang dipakai sebagai angka resmi adalah 1.08 juta hektar/th untuk periode 2000 - 2005. Tidak jelas alasannyakenapa Dephut tidak menggunakan angka yang lebih rendah, yang dihasilkan oleh proyek kerja sama Dephut dengan SDSU - Univ. Maryland- WR1- dan World Bank . Padahal, pemantauan deforestasi di Brasil, yang angkanya dipakai oleh Green Peace dalam penetapan rangking - menggunakan metode dan Citra Satelit MODIS USA ini. Maka secara ideal angka yang dipergunakan dari Indonesia seharusnya juga angka dari MODIS, bukan angka dari Landsat yang jelas-jelas mempunyai ketelitian jauh lebih detail (500 meter dibandingkan dengan 30 meter.

Semestinya, Green Peace dalam pemeringkatan ini menggunakan pembandingan apel dibandingkan dengan apel, bukan jeruk dibandingkan dengan nanas. Di sini kami memandang adanya ketidak jujuran dalam menggunakan angka atau boleh dikatakan mempermainkan angka.

Standar Ganda Green Peace

Masalah ke dua adalah ketulusan dan kepentingan dalam melakukan pemeringkatan. Hal ini yang sering dipertanyakan oleh para pihak yang keberatan atas penistaan negri tercinta yang akan masuk ke dalam 'MURI' internasional tersebut. Kelompok ini menganggap betapa penistaan itu sangat tendensius dan oleh karenanya muncul berbagai argument pembelaan. Misalnya; mengapa pemeringkatan dilakukan hanya untuk periode 2000 - 2005? Kalau mau jujur, Green Peace juga perlu mencantumkan angka deforestasi di Benua Eropa dan Amerika Utara pada seratus tahun yang lalu sebagai pembanding. Kemudian, kalau mau jujur angka yang dibandingkan untuk mengevaluasi Brazil dan Indonesia seharusnya menggunakan metode dan ketelitian Citra Satelit yang sama.

Hal serupa terjadi pada masuknya Indonesia sebagai penghasil emisi karbon ke tiga di dunia - dengan menggunakan periodisasi yang pendek. Kebetulan periodisasi yang dipakai adalah pada saat Indonesia mengalami kebakaran hutan. Padahal di USA dan Negara-negara G-8 secara terus menerus mengeluarkan emisi karbon dari industri dan kendaraan bermotornya hampir sepanjang abad hingga ke detik ini. Kondisi gawat inilah yang akhirnya menelurkan PROTOKOL KYOTO dan CDM-nya. Di sini maka kita perlu jeli melihat kejujuran dan kepentingan dalam pemeringkatan yang bias tersebut. Untuk kepentingan apakah sebenarnya penempatan Indonesia sebagai perusak hutan tertinggi dan sebagai penghasil emisi karbon tertinggi ke tiga?

Hikmah Bagi Bangsa Indonesia

Ke tiga, adakah hikmah yang bisa kita ambil dari wacana ini? Dewan Kehutanan Indonesia di dalam pernyataannya di Tabloid Agro Indonesia edisi tgl. 22-28 Mei 2007, menyatakan tidak tertarik untuk menanggapi upaya Green Peace tersebut karena tidak jelas tujuannya dan tidak memberikan solusi apa-apa bagi perbaikan pengelolaan hutan di Indonesia. Departemen Kehutanan selama ini juga belum melakukan upaya untuk menyangkal ataupun menolak pemeringkatan oleh Green Peace tersebut. Hanya di sana - sini muncul pernyataan pejabat yang bersifat defensif. Pernyataan kepala Badan Planologi Kehutanan dalam suratnya tertanggal 8 Mei 2007 seharusnya dapat dipakai oleh Departemen Kehutanan untuk melakukan klarifikasi kepada rakyat.

Sebagai pernyataan persatuan profesional di bidang kehutanan - PERSAKI - Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia; dengan memperhatikan argumen, kajian serta hasil-hasil perhitungan yang telah diuraikan di atas maka perlu disampaikan sebagai berikut:

Pertama; perlu nasionalisme dan kehati-hatian dalam mensikapi upaya memojokkan/penistaan terhadap negara besar berpenduduk terbesar no 4 di dunia yang saat ini sedang mengalami berbagai kesulitan, dari masalah politik sampai masalah yang muncul dari berbagai bencana alam. Penistaan yang kurang berdasar pada angka atau bahkan dengan mempermainkan angka dan/ menggunakan standar ganda akan sangat merugikan dan menambah penderitaan rakyat Indonesia. Dan apakah memang ini tujuan penistaan tersebut? Perlu pula penghormatan kedaulatan dan kepentingan nasional, dimana dengan penduduk terbesar ke empat di dunia tidak mungkin bagi Indonesia untuk tidak merubah sebagian hutannya (deforestasi) secara terencana menjadi areal pertanian - termasuk perkebunan, infrastruktur, dan pemukiman.

Kedua; jika Indonesia dicantumkan sebagai penghancur hutan paling hebat di dunia, adakah ketulusan dari negara maju - yang sebagian mendanai kegiatan Green Peace - untuk membantu Indonesia? Bukankah selama ini negara-negara kaya merupakan konsumen kayu tropis justru telah menikmati impor kayu a.l. dari Indonesia selama 30 tahun terakhir dengan harga sangat murah dan kurang peduli terhadap kelestariannya? Jadi sebenarnya negara-negara maju wajib untuk menunjukkan komitmen nyata dalam mengimplementasikan CDM dan Protokol Kyoto sesegera mungkin.

Ketiga; hikmah positif dari wacana ini adalah adanya kesadaran akan perlunya Pemerintah, segenap stakeholder dan Rakyat Indonesia untuk duduk bersama dalam mengatasi masalah kerusakan hutan dan pengelolaan hutan yang tidak lestari. Jika penistaan itu terjadi, maka seharusnyalah sampai ke tingkat Presiden sekalipun harus bangkit dan melawan penistaan itu dengan tindakan yang taktis, setimpal dan nyata.

Semoga, kita semua dapat mengambil hikmah dari upaya penistaan kepada bangsa dan negara kita untuk bangkit dan berjuang mengatasi berbagai kesulitan yang mengimpit kita sebagai bangsa yang besar.


Jakarta, 27 Mei 2007

Hormat Kami

Dewan Pengurus Pusat PERSAKI

Sumber : Surat PERSAKI kepada Kepala Badan Planologi Kehutanan Nomor: 53/Persaki/IM/05/2007 tanggal 29 Mei 2007


Lebih lanjut Usman Harsono yang jauh di Maluku Utara sana mengatakan “ Apa yang menjadi tanggapan di atas kiranya bisa menjadi bahan pemikiran lebih lanjut. Namun demikian, kita sebagai salahsatu pemain utama dibidang kehutanan, berbuatlah yang terbaik untuk hutan dan kehutanan kita. KALO BUKAN KITA, SIAPA LAGI .... ???”


Di Ambil dari SKMA org... Guna Turut menyebarkan Kelestarian Lingkungan Hidup...!!!

Minggu, 27 Januari 2008

Cara bisa masuk tipi...

Ini kisah dari temen2 ketika terjadi kecelakaan temen yang terekam ke dalam tv lokal di daerahku... pendapat dari para ahli ngobrol bubuhan Gank Suket Skip...

Moderatornya kebetulan aku sendiri
aku..:: Gimana bro cara masuk tipi??
Yudha...: ya kayak temen kita tadi, kecelakaan lalu masuk berita too....!!! ( memang gak punya ide lain ,,, cetek lo.. kata temen2 yang lain...)
Dwi..." Jadi binaraga macam adi ray bah.... (kebetulan badannya yang paling kekar, tapi seumur2 belom pernah masuk tipi)
Irwan...: Jadi artis dooonk.....
Gatot..." tanam ganja aja bro...... ntar ketangkep masuk tipi...
Iwan : buat yang nyentrik.. misalnya pake baju bolong seumur hidup... (dasar emang lo org yang paling nyentrik)
Demo........ Kata mas eka.... (maklum biasa demo ama partainya buat dukung Palestine he,,he,, dan pernah ketangkep kamera tipi)
Aku....: jadi Presiden atau jadi pejabat baaah..... (maunya jadi pejabat nyelesain S1 aja gak kelar2....)
Koruuupsi....................!!! si Sugeng nimbrung..... (emang loe bisa korupsi..??? apa pula jabatan mu heh... kayak nurdin halid aja)
Eki.....!!! bingung.... gak bisa jawab..... jawabannya udah dijawab yang laen.....(anak bungsu bah...)
Jadi terorist.....................!!! suara si Leo.... si Polisi yang bangga banget dengan pangkat briptunya..... he,,he,,
Basrul....: Ikut Grass track atau race.... Juara lagi... (emang lo juara bas??? setarakan aja jeblok teruuusss... malah motormu rusak berat he,,he,,)
Lutfi...: maling ayam aja.. (perasaan biasa aja deeh maling ayam.. karena kami kemaren bakar ayam hasil nyolong ayam ibunya yudha (yudhanya ikut lo..) gak masuk tipi deeeh...!!!
Aris...": Jadi Qori freeend..... masuk tipi (maklum bacaan ngajimu bagus frend... kita2 masih abata semua...)

kebetulan belum semua jawab.............. Si sakit harus pindah ruangan jadi... gak lengkap wawancaranya....!!

Sabtu, 12 Januari 2008

Temen pada merit

Alhamdulilah selama berjalannya waktu semakin banyak aja temen2 yang berfikiran positif melangkah dengan bijak melewati setengah dari agamanya dengan serius kejenjang pelaminan.. Gak disangka perjalanan waktu yang panjang terasa sangat singkat, sebagaimana kata pepatah biarkan waktu yang berjalan maka engkau juga akan sampai tujuan.. seperti itu juga mungkin yang patut dimiliki kami sebagai sebuah komunitas.... 9 tahun sudah berjalan ketika dengan cerianya kami lewati masa sekolah dengan kebersamaan yang gak mungkin dilupakan. Namun waktu dan kesempatan tak jua membuat kami berkumpul kembali.. biarlah tetap menjadi kenangan bersama dengan ungkapan yang sungguh enak didengar namun sakit untuk dihayati "kisah klasik untuk masa depan" tahun lalu berapa kabar yang datang bahwa si anu udah merit, si itu udah mengandung, si ini udah punya 2 anak... ibarat diriku adalah lorong waktu ingin sekali kunikmati waktu dengan semua itu... sifat kefanaan manusia jugalah yang membuat kita sadar itu sesuatu yang mustahil. Enam tahun pula telah kutempuh kerasnya perjuangan mencari sesuap nasi dinegeri orang, telah ratusan undangan kuterima dan ratusan acara kuikuti menyaksikan kebahagiaan para penghuni bumi ini melanjautkan keberadaannya..
Alhamdulilah.. semua berjalan dengan apa adanya....
(jangan tanya aku memposting ini bahwa aku ingin segera menikah namun ini sekedar rasa syukurku bahwa teman - teman ternyata melewati kedewasaan melebihi kedewasaanku..)

Rabu, 02 Januari 2008

Tentang dia babak II

ini tentang cinta temanku yang terlalu dalam pada seorang gadis dan ternyata harus kandas dalam format persahabatan.

Sebut saja si Doel yang sedang panasnya kasmaran mengenal si Miau-miau. Ada kesan tersendiri ketika doel berjumpa dengan miau-miau... sedikit sok jual mahal, sedikit keangkuhan yang dibalut kesederhanaan sungguh sulit untuk diungkapkan bahwa dia punya nilai lebih, ambisinya untuk maju dan terus maju juga membuat si doel makin kelimpungan, inikah cinta? bathin si doel (lebih enak panggil si dodol aja kali ya) terlalu banyak cewek yang mencoba mendekati si dodol satu ini namun belum ada yang dia merasa cocok dan yakin bahwa dia akan bisa menyenangkan hati kecil dodol. Bila dibanding kan yang lain dan yang sudah - sudah, kecantikan miau-miau sangatlah biasa- biasa aja (Dapat point enamlah menurut Iwan fals bila menjurus angka sepuluh/sembilan) namun sesuatu yang special itu tak dapat membendung perasaan dodol untuk terus dan terus mengejar walaupun harus berjibaku dengan kerja dan kerja keras yang tak kunjung usai. Disela waktu luang dia curahkan perhatian dan tumpuan hanya pada satu orang MIAU-MIAU tiada yang lain. Sidodol pernah bercerita kepadaku tentang masa lalunya yang menurutku sih cukup fantastis dalam menjalin percintaan... semenjak esempe dia sudah mencoba merajut tali cinta (cinta monyet kali ya...) dari si painem, siti, lastri, ampe yang agak keren semisal nita, eva, paramita pernah dijalaninya...di juga pernah menjalin hubungan dengan anak yang masih bau kencur (waktu itu dodol juga masih bau kencur sih.. tapi ketika kutanya emang lo sekarang bau apa doel... bau Anggur jawabnya... Dasar si dodol emang ada aja jawabnya) yang sekedar cuman jalan bareng, nonton bareng ampe seterusnya (yang pasti dodol satu ini kayaknya gak mau tidur bareng... karena dia cukup relijius untuk ukuran anak jaman sekarang// jangan kegeeran doel ya...) dia juga pernah mendapatkan cewek yang cantik bak paramitha Rusadi, putih ayu kalem pokoke membuat iri temen - temen si dodol... tapi perjalannnya cinta sidodol selalu kandas ditengah jalan... dengan berbagai alasan yang aku sendiri bingung... dia bilang pembicaraannya gak sepahamlah, dia terlalu penurutlah, terlalu gapteklah, bahkan ada yang dia bilang terlalu ndeso dan kampungan.. he,,he,, (untuk gak bilang ada yang terlalu bernafsu.. jadi berabe doel..) namun kespecialan si miau - miau membuat kesialan si dodol satu ini.. pola lama masih dia lakukan dalam pengejaran gadis tambatan hati.. gusa-grusu kata orang jawa bilang.... akhirnya format lama tercipta lagi bagi si dodol "persahabatan" yang membuat dodol makin kayak dodol kandangan aja.. kelimpungan dan menghitam akibat kepanasan dipanggang kekecewaan... (gak papa doel... masih jau perjalanan pasti ada jalan.. abis lo sih terlalu belum tentu itu cinta, mungkin sekedar kagum dengan seseorang..)
dasar.. kisah si doel yang sok playboy... akhirnya kayak dodol...

Senin, 17 Desember 2007

Word.....!!!

Kemaren kebetulan temen aku ngajakin di Bakso Bakar Arema,
Ternyata di dinding2 warung bakso yang mencoba menjadi kelas elite ini di tempel
(tepatnya digantungi kali ya..!!!)
beberapa kata mutiara yang sempat aku catat...

Nilai Hidup....
Nilai Hidup ini tidak dinilai dari mana anda berada saat ini, tapi dari mana anda berangkat

Marah....
Marah itu mudah....
Semua orang bisa marah, tapi..!!!
Marah pada saat yang pas, pada orang yang tepat dengan kadar yang sesuai?
tidak semua orang bisa.

Masalah...
Bila Masalah itu besar, maka kecilkanlah
Bila masalah itu kecil anggap tidak ada masalah...
Jika tidak ada masalah jangan cari - cari masalah...
Namun jangan pernah lari dari masalah.
Hadapilah

dan masih ada beberapa lagi namun gak sempat kecatat

Sabtu, 08 Desember 2007

Kota ini makin asik kurasakan..!!!

Ketika pertama kali menginjakkan kaki ke kota ini aku serasa pengen balik lagi ke Balikpapan atau ke Samarinda. Bagaimana tidak belum ada temen yang kudapat kecuali tante dimana aku tinggal dan anak - anaknya saja... mau jalan gak bisa, mau keluar gak enak.. alhasil bak karung basah didalam rumah...
alhamdulilah ternyata aku semakin betah disini... Kok bisa..!!! ya iyalah alasan pertama aku betah karena mungkin pekerjaan dan kuliahku yang membuat aku sibuk disiang hari dan banyaknya teman ngumpul dimalam hari. Namun topik yang kuangkat ini bukan hal tersebut namun sekedar bercerita tentang keeksotisan kota ini menurut pandangan pribadiku... Bukan karena keindahan alamnya, bukan karena kelengkapan fasilitasnya namun karena keadaan sosial ekonominya yang relatif maju.. Kota ini tipikalnya merupakan kota pekerja, dimana sebagian besar adalah perantau - perantau dari banyak suku bangsa yang menjadi satu dan terbiasa dengan perbedaannya, karena ekonomi penduduk relatif stabil dan mampu maka tingkat kriminalitas cenderung rendah... beda banget dengan kota - kota lainnya di indonesia pada umumnya (memang banyak juga sih yang seperti kota ini). beberapa keasikan yang kudapat sebenarnya sangat sederhana dan mungkin aneh bagi sebagian besar orang - orang... yakni..
1. Jarang adanya pencurian motor, kasus - kasus seperti ini jarang sekali ditemukan, sehingga orang dengan leluasa meninggalkan kendaraan dengan rasa aman dan tentram, beda sekali sewaktu saya jalan ke Jawa misalnya... ketika kita memarkirkan kendaraan maka hati terasa kurang tentram apabila meninggalkan kendaraan terlalu lama.. (Karena sifat dasar diriku yang memang suka jalan kali ya..!!!)
2. alasan yang lainnya adalah tidak adanya pengemis dan pengamen.... (ini merupakan hal yang paling asik dan menyenangkan) bayangkan apabila kita sedang dudukan ditaman (apalagi yang sedang pacaran..he,,he,,), makan di pondok2 lesehan maupun tempat - tempat nongkrong malam dengan tak henti - hentinya pengamen dan pengemis berdatangan silih berganti, sebel bukan??!!! (bagi yang merasa pengemis atau pengamen jangan ikutan sebel ya??) suatu contoh tepian mahakam disamarinda.. sebenarnya merupakan tempat nongkrong yang enak bagi kawula muda untuk menghabiskan malam.. namun karena banyaknya pengemis dan pengamen alhasil moodku jadi hilang apabila diajak nongkrong disana... DiTarakan hampir tidak pernah aku temui yang namanya pengamen ataupun pengemis ditempat2 nongrong tersebut... (mudah2 an sampai seterusnya deehh...)
3.alasan ketiga adalah jarang adanya pungutan parkir... Hal yang paling sebel selanjutnya apabila kita jalan adalah membayar parkir.. bayang kan pernah dikota A, aku berencana membeli baju, karena setiap toko yang kudatangi gak ada baju yang dicari maka setiap toko itu pula aku harus membayar parkir..(oh..my god...!!!) entah parkir resmi atau gak aku juga kurang tahu.. namun sekarang karena era otonomi daerah (alasannya sih) Parkir juga mulai berhamburan disudut kota ini.. mau makan bakso bayar parkir, mau beli odol bayar parkir bahkan kata temen aku mau kelokalisasi juga mesti bayar parkir he,,he (sekali lagi bukan aku ya... Dosa lagi..) berapa sih yang didapat dari parkir ini dalam setahun? 100 Juta/200 Juta?? sebenarnya kalo untuk alasan PAD kurang tepat.. karena kalo kita berfikir lebih jauh lagi kenapa gak kita ambil dari retribusi lain aja, dengan kenyamanan berbelanja maka ekonomi juga akan terangkat dan bahkan akan melebihi dari 100 juta yang didapat dari parkir doank... bayangkan singapura atau china (kejauhan buat contohnya) mereka terkenal salah satunya merupakan surga belanja yang nyaman bagi pengunjung... maka dengan lintas perdagangan dan belanja yang lancar keuntungan yang didapat tentu saja melebihi dari sekedar secarik retribusi parkir (topiknya melenceng ya...??)
4. alasan yang keempat kota ini semakin asik adalah tentu saja banyaknya teman yang dapat dibuat saling berbagi dan mengisi hari - hari yang ada, ada temen kuliah, temen kerja, bahkan temen yang ketemu karena satu hobby maen PS.... he,,he,,
5. alasan kelima adalah jarang terjadinya macet... fenomena macet sering terjadi dikota - kota besar di indonesia namun hal ini gak terjadi dikota ini (ya.. terang aja sini bukan kota besar..!!!) jadi mau pergi kemanapun disudut kota gak merasa pusing dengan raungan klakson ataupun teriakan jalan dari kondektur...
ini adalah sekelumit coretan tentang kota ini yang menurutku masih nyaman banget untuk ditinggalin oleh warganya...

Konsumsi lagi.... lagi2 konsumsi..

Kadang aku sendiri heran... sebenarnya kita ini bangsa kaya atau miskin sih? gimana gak...!!! tiap ada acara pasti tersaji konsumsi yang beraneka ragam,, baik acara syukuran, seremonial, ataupun acara kerja bakti kampung... benernya aku sedikit mau protes dengan adat seperti ini tapi...!!! gimana ya?? untuk saat - saat seperti ini (bujangan maksudnya.. yang biasa makan diwarung nasi, ada untungnya juga.. mengirit cost makan siang he,,he,,) tapi terlepas dari kepentingan pribadi soal perut yang gak pernah mau berhenti memasukkan makanan ini, aku ada sedikit ganjalan bila melihat hal - hal yang menurutku kurang pas dalam taraf yang normal... ada beberapa alasan yang membuat aku kurang setuju dengan tetek bengek yang namanya konsumsi (gak tau kenapa aku hari ini bawaannya sebel gara2 konsumsi aja..)
1. alasan pertama.... dan mendasar aku memposting ini adalah gara - gara aku dibagiin tugas menyediain konsumsi oleh temen2 untuk acara maen bola bersama... ternyata aku tekor bin nomblok lebih separuh dari budget yang ada... (he,,he,,)

2 alasan kedua tentu saja masalah dana..!!! aku heran baik dipemerintahan ataupun instansi swasta mereka menyediakan dana yang gak sedikit untuk hal yang namanya konsumsi ini... semisal rapat saja.. kita sudah disediain sarapan pagi, kemudian dilanjutkan dengan snack pada jam sepuluh pagi (tentu saja dengan minumnya) dan kemudian pada tengah hari lagi2 kita disediain makan siang, apabila rapat berlanjut sampai sore hari maka nanti sorenya lagi - lagi disediain kosumsi.. (aku malah merasa macam ternak manusia aja) atau contoh lain semisal ada acara tanam menanam yang digalakkan di indonesia baru2 ini, kebetulan dikota ini juga ikut berpartisipasi dalam hal tanam menanam untuk melengkapi 76 juta pohon.. hampir sepertiga biaya yang dibutuhkan hanya untuk konsumsi (itu menurut prediksi aku aja sih) karena kalo kita lihat harga bibit yang ada dengan harga makanannya yang dibeli hampir seimbang... belum lagi acara seremonial yang tetek bengek... (bikin sepet dan mumet pihak bendahara yang jujur but bikin tersenyum bagi bendahara yang mbalelo) ada pengalaman menarik ketika aku jalan2 ke daerah transmigrasi dipedalaman kalimantan timur.. karena daerah tertingggal maka mereka mengajukan dana kepemerintah kabupaten untuk pembangunan masjid (kalo gak salah dikasih dana 20 juta waktu itu) dan sialnya ternyata mesjid belum dibangun dana belum .. ada kunjungan dari bupati yang membantu menyediain dana pembangunan.. alhasil rapat di gelar, namun bukan persiapan bagaimana dengan dana yang seadanya ini digunakan agar bisa mencukupi ,tapi malah rapat dadakan untuk acara pemyambutan pak bupati (tuan rumah yang baik) , sebagai daerah yang minus tentu saja dana gak akan bisa diharapkan dari warga.. maka pemecahannya diambil 2 juta dari 20 juta untuk konsumsi penyambutan bupati... alaaamaaak bukannya untuk beli semen malah untuk makan2... aneh gak? jorgan yang sering digunakan dalam istilah ini "mending lapar dari pada malu " (ada benernya gak sih? aku juga bingung)

3. alasan ketiga yang membuat aku makin gak neg dengan konsumsi adalah sampah.. kok sampah? ya iyalah.. kita kan tahu bagaimana tipologi masyarakat kita... habis makan sampahnya pasti dibuang sembarangan.... baik dari kalangan atas ampe bawahpun sami mawon podo wae.... yang lebih aneh lagi... pernah ada acara bakti lingkungan yang datang dari berbagai lsm, masyarakat dll ... ternyata yang berbakti dalam lingkungan adalah para cleaning service yang ngebersihin sampah dari plastik / kotak bekas makanan yang dibuang oleh para bakti lingkungan ini... bukan orang orang yang dengan lantangnya menjaga lingkungan (dia gak merasa kali bahwa tanah juga bisa kena polusi bukan hanya udara)

4 alasan ke empat ini agak kurang paskali.. ya karena menurut ku biaya konsumsi ini dimasukkan ke yayasan amal yang jujur aja deeeh... gimana??

dan masih banyak alasan lagi yang menurt aku kurang pas bila kita terlalu mengedepankan konsumsi dari pada acara sebenarnya...

Minggu, 25 November 2007

Keinginan seorang kawan....

Sewaktu pertama kali menginjakkan kaki ke kota ini ada perasaan berbeda yang kurasakan.. Kota pulau dengan tipe kota sedang (menurut pengamatanku sih) sangat berbeda dengan lingkunganku berasal (padahalnya aku wong ndeso juga... he,,he,,) pulau dengan luasan lebih kurang 25.000 ha dengan penduduk 150.000 jiwa yang tersebar kurang merata di pulau ini, penduduk kota sedang ini terpusat pada sisi barat daya pulau. ( pengen lebih lebih jelas? klik google map.. trus ketik aja pulau tarakan. maka akan muncul deeh) ibarat sebuah penjara kota bagi diriku yang biasa memiliki hobby touring ke mana - mana. Bulan - bulan pertama dan kedua sungguh membosankan... kampung terjauh hanya berjarak 25 KM... bayangkan dekatnya bukan... jika hendak kemana - mana (keluar kota maksudnya) kita dihadapkan pada laut, laut dan laut... (uuuh boriing) apalah daya uang tiada maka aku terpaku dengan erat di kota ini (maklum awal2 datang jangankan untuk ongkos pesawat/kapal, untuk makan aja susah.. tp jangan bilang siapa2 ya...?) Namun jangan heran jikalau ternyata banyak juga kawan - kawanku ngumpul selama ini banyak yang gak belum pernah menginjakkan kaki kedunia luar selain tarakan (oh my god... cinta banget dia ama tarakan) banyak alasan yang menyebabkan nya... yang utama gak mau pisah dengan orang tua... (simple or just reason) suatu ketika ketika kami ngobrol bersama, maklum komunitas kami sangat besar.. dan rata2 komunitas gazebo... gak zeelazz bo.... ada yang kerja bangunan, ada yang jadi polisi, satpam, pnz (gue gitulo..) ada yang pengangguran, polisi kehutanan 9 itu dari segi pekerjaan) ada orang dayak, bugis, jawa (gue lagi gitu loo) tidung dll.... seorang teman polisi pyang kebetulan dari samarinda dan ditugaskan di tarakan keinginannya simple... pengen lebaran disamarinda. masalahnya selama jadi polisi sewaktu lebaran justru gak bisa cuti.. kalo aku sih pengennya semua pada tau... pengen ke amsterdam.. ngeliat orang - orang yang pernah ngejajah kita 350 taon... ( huu.. mimpi kali ye.... kata temen2 ku...) namun yang lebih mengharukan adalah temenku yang made in original tarakan ( dari kecil ampe besar gak pernah keluar tarakan..) pengennya menyentuh kalbu banget... aku cuman pengen ngeliat hamparan sawah secara langsung bro.... dengan nada simple dan tanpa dosa..(emang temen2ku yg laen gak punya perasaan.. gituan malah diketawain) dia pengen banget dapat melihat kedamaian sawah yang membentang seperti di tipi2.. yang menurut dia sangat eksotis.. (maklum tarakan yang ada cuman laut, dan hutan beton) dari situ aku sadar bahwa terkadang yang kita anggap sepele ternyata sangat berarti bagi orang lain... sebagaimana halnya uang, yang kita anggap uang receh tenyata adalah rupiah berharga bagi sebagian orang lain.. kita sering mengatakan .. alaaah uang sepuluh ribu aja.. tuk makan bakso aja kurang ... pelit banget lo... untuk minum na.. (apalagi buat minum friend.. dosa tau...!!!) dari situ aku berfikir bahwa aku sebenarnya telah diberi kenukmatan yang berlimpah dari yang diatas, wajah ganteng (pedenya aaaaoooouu) punya pekerjaan, punya banyak teman, saudara2 yang selalu mensuport aku.. tapi sering kali dan mungkin saat ini pun aku masih sering lupa... itulah manusia....